Sebuah ruang suci untuk perjalanan menuju pusat jiwa, dipandu oleh Mangku Alit Ajna. Sebuah mandala perjalanan batin, di mana seseorang kembali ke jiwa, membersihkan diri, dan menemukan kejernihan kesadaran.
Pada suatu titik dalam hidup kita, kita mungkin merasa lelah dengan perjalanan ini. Terkadang kita merasa tidak bahagia, terjebak, dan tidak mampu bergerak maju. Kita mungkin kehilangan arah dan tidak lagi tahu ke mana jalan kita membawa kita. Hidup bisa terasa sulit dan berat, dan ada saat-saat ketika kita menyadari bahwa kita tidak lagi benar-benar mengenali diri kita sendiri.
Kita mungkin membawa rasa sakit, luka lama, perjuangan emosional, dan pertempuran konstan antara pikiran dan hati. Terkadang, hal-hal yang terjadi dalam hidup kita tidak lagi terasa selaras, dan kita mendapati diri kita mencari kejelasan, makna, atau sekadar cara untuk merasa terhubung kembali dengan diri kita sendiri. Dalam momen-momen seperti ini, terkadang yang kita butuhkan bukanlah jawaban lain, tetapi ruang untuk berhenti sejenak, bernapas, merenung, dan membiarkan diri kita sembuh.
Retreat Sukma Mandala Mangku Alit Ajna diciptakan sebagai ruang seperti itu. Terletak di Bali, retret tiga hari ini menggabungkan kekayaan budaya, tradisi, dan praktik spiritual Bali dengan pengalaman penyembuhan dari Maha Guru Mangku Alit Ajna. Dengan 21 tahun mengabdikan diri untuk melayani orang lain dan 17 tahun mengabdikan diri untuk penyembuhan tradisional Bali, Maha Guru Mangku Alit Ajna membimbing peserta melalui perjalanan penyembuhan yang sangat pribadi, energi, pengalaman spiritual, dan kebijaksanaan.
Retret ini adalah kesempatan untuk menjauh dari rutinitas, tanggung jawab, dan kebisingan kehidupan sehari-hari serta memberi diri Anda waktu untuk terhubung kembali dengan apa yang terjadi di dalam diri Anda. Melalui sesi penyembuhan, kerja energi, meditasi, proses pemurnian, praktik spiritual, dan pengalaman pribadi langsung, setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi keadaan batin mereka dan merasakan koneksi yang lebih dalam dengan diri mereka sendiri.
Proses penyembuhan mungkin menyentuh berbagai aspek dari keberadaan kita—energi kita, emosi kita, pikiran kita, luka batin kita, dan pengalaman yang kita bawa sepanjang hidup kita. Setiap orang datang dengan cerita yang berbeda dan kondisi energi yang berbeda, oleh karena itu setiap pengalaman penyembuhan adalah unik. Tidak ada satu proses pun yang harus dialami dengan cara yang persis sama oleh semua orang.
Retreat ini berlangsung dalam suasana hidup Bali, di mana tradisi spiritual, ruang suci, budaya, dan kehidupan sehari-hari saling terhubung secara mendalam. Lingkungan ini menjadi bagian dari pengalaman, menciptakan suasana di mana peserta dapat melambat, lebih hadir, dan mengalami proses penyembuhan dengan lebih mendalam.
Selama tiga hari, perjalanan ini terungkap secara bertahap. Ini dimulai dengan mengenali dan mengunjungi kembali jalan yang telah membawa kita ke tempat kita berada saat ini, dilanjutkan dengan pemurnian, penyembuhan, dan pelepasan energi, dan bergerak menuju ketenangan yang lebih dalam, kesadaran, dan integrasi.
HARI 1 — LELAKU PUNAR SMERTI
Perjalanan Mengingat
Lelaku berarti perjalanan atau jalur spiritual, sementara Punar Smerti merujuk pada kembali ke ingatan dan kesadaran.
Hari pertama adalah perjalanan melihat kembali dan mengenali jalan yang telah membawamu ke sini. Melalui pengalaman spiritual, refleksi, tradisi Bali, kerja energi, dan proses penyembuhan terpandu, peserta diundang untuk menyadari pengalaman, pola, hubungan, pilihan, luka, dan pelajaran mereka.
Ini adalah proses napak tilas batin—mengunjungi kembali perjalanan batin bukan untuk tetap berada di masa lalu, tetapi untuk mengenalinya, memahami maknanya, dan melihat diri kita dengan lebih jelas.
HARI 2 — MAHA SUDHA SUKMA
Pembersihan Agung Jiwa
Maha Sudha Sukma melambangkan pemurnian sukma—diri batin yang lebih dalam.
Hari kedua berfokus pada penyembuhan, pemurnian, pelepasan, dan transformasi energi. Peserta mengalami proses yang dimaksudkan untuk membantu melepaskan beban emosional, keterikatan batin, energi yang terakumulasi, dan hal-hal yang mungkin tidak lagi selaras dengan perjalanan mereka saat ini.
Melalui praktik spiritual Bali, penyembuhan, kerja energi, dan pengalaman langsung, hari ini menciptakan ruang yang lebih dalam untuk pemurnian dan pembaruan. Ini adalah proses menjadi lebih ringan, lebih jelas, dan lebih seimbang di dalam diri.
HARI KE-3 — SAMADHI SUKSMA
Ke Dalam Keheningan dan Kesadaran Batin
Samadhi merujuk pada konsentrasi mendalam dan kesadaran meditasi, sementara Suksma merujuk pada dimensi halus dan batin dari keberadaan.
Hari ketiga bergerak ke dalam, dari penyembuhan dan pemurnian menuju ketenangan, kesadaran, dan integrasi. Peserta dipandu melalui meditasi, kesadaran energetik, pengalaman spiritual, dan praktik batin, memungkinkan pengalaman dari hari-hari sebelumnya untuk menetap secara alami di dalam diri.
Ini adalah waktu untuk menjadi cukup tenang untuk mendengarkan, mengenali pergerakan energi tanpa memaksanya, dan mengalami koneksi yang lebih dalam antara hati, pikiran, energi, dan kesadaran.
Tiga hari ini tidak dirancang untuk menghasilkan pengalaman yang sama bagi semua orang. Setiap orang memiliki perjalanan mereka sendiri, dan prosesnya berkembang sesuai dengan kondisi, kesiapan, dan pengalaman individu mereka.
Perjalanan ini diakhiri dengan pengalaman langsung, kesadaran yang lebih dalam, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri.
Sukma Mandala diadakan setiap bulan di Bali pada tanggal 7, 8, dan 9, dengan maksimum tujuh peserta per retret.
Jumlah peserta yang terbatas memungkinkan retret tetap intim dan personal, menciptakan ruang bagi setiap individu untuk mengalami proses penyembuhan dengan lebih mendalam dan menerima bimbingan yang lebih dekat selama tiga hari.
Anda dapat datang sendiri atau bersama orang lain. Apakah Anda datang dengan membawa ketidakpastian, beban emosional, kelelahan, atau sekadar perasaan bahwa Anda perlu terhubung kembali dengan diri sendiri, Sukma Mandala menawarkan ruang untuk berhenti sejenak, mengalami, melepaskan, dan kembali ke dalam diri.